<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sanata Dharma Open Source &#187; SaOS</title>
	<atom:link href="http://saos.usd.ac.id/?cat=3&#038;feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://saos.usd.ac.id</link>
	<description>SaOS</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Sep 2016 01:11:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.8.1</generator>
	<item>
		<title>Download file dengan WGET dari file sumber</title>
		<link>http://saos.usd.ac.id/?p=232</link>
		<comments>http://saos.usd.ac.id/?p=232#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2015 11:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Vinsen Muliadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[SaOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saos.usd.ac.id/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[WGET adalah salah satu package downloader bawaan dari Linux (sebagian linux sudah memiliki WGET secara default). Sebenarnya WGET merupakan downloader berbasis Command Line Interfaces terbaik, salah satu kekurangannya adalah keterbatasan dari jumlah connection yang sementara ini masih 1 connection, sedangkan rival terberat-nya, Prozilla yang juga downloader berbasis Command Line Interface dapat menggunakan hingga 32 connection. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>WGET adalah salah satu package downloader bawaan dari Linux (sebagian linux sudah memiliki WGET secara default). Sebenarnya WGET merupakan downloader berbasis Command Line Interfaces terbaik, salah satu kekurangannya adalah keterbatasan dari jumlah connection yang sementara ini masih 1 connection, sedangkan rival terberat-nya, Prozilla yang juga downloader berbasis Command Line Interface dapat menggunakan hingga 32 connection.<span id="more-232"></span> (Namun, kedua downloader tersebut hanya bisa mendownload dari static URL, tidak bisa mengelola dynamic URL).</p>
<p><a href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/Screenshot-from-2015-02-10-175325.png"><img class="size-large wp-image-236" alt="Gambar 1" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/Screenshot-from-2015-02-10-175325-1024x555.png" width="604" height="327" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="line-height: 1.5;">Gambar 1</span></p>
<p>Tapi dibalik kekurangan itu, WGET dapat mendownload beberapa file dari sebuah file text mini yang berisi link downlod dan WGET juga dapat melakukan <em>mirroring</em> dari beberapa website yang tidak diproteksi oleh CGI (Common Gateway Interface) yang berfungsi untuk menghindari kegiatan <em>mirroring website</em>. Pada bahasan ini , Saya akan membahas bagaimana cara WGET dapat mendownload beberapa file dari sebuah file TXT mini yang berisi beberapa static URL (lihat gambar 1).</p>
<p><a href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/Screenshot-from-2015-02-10-175312.png"><img class="size-full wp-image-237" alt="Gambar 2" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/Screenshot-from-2015-02-10-175312.png" width="724" height="537" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><span style="line-height: 1.5;">Gambar 2</span></p>
<p>Akan sangat menyebalkan apabila Anda harus meng-copy satu per satu link tersebut dan mengetikkan di Terminal Console Anda &#8220;wget (URL)&#8221; (tanpa tanda kutip) dan menekan enter sehingga WGET mendownload file tersebut hingga selesai dan Anda harus menambahkannya secara manual lagi. WGET memiliki opsi khusus dengan menggunakan opsi tambahan -i (wget -i (input file). Dengan menggunakan &#8220;wget -i link&#8221; (tanpa tanda kutip), maka Anda sudah bisa meninggalkan komputer Anda dan bermain Frets on Fire dengan tenang. Proses dapat dilihat digambar 2.</p>
<p>Selamat mencoba</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saos.usd.ac.id/?feed=rss2&#038;p=232</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Share Our Code with Git dan Pergantian Kepengurusan SaOS (Tahun Ajaran 2014/2015)</title>
		<link>http://saos.usd.ac.id/?p=214</link>
		<comments>http://saos.usd.ac.id/?p=214#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2014 08:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[rai keiji]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[SaOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saos.usd.ac.id/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa kepengurusan SaOS telah berganti. Engel selaku ketua SaOS tahun ajaran 2013/2014 memulai pelantikan dengan belajar bareng dengan tema git dan judul &#8220;Share Our Code with Git&#8221;. Pembelajaran berlangsung seperti biasa, dengan sangat antusias teman-teman SaOS mengikuti pembelajaran yang bisa dibilang workshop kilat ala Engel. Sistem Operasi yang digunakan ialah Ubuntu yang terpasang pada [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_220" style="width: 310px" class="wp-caption alignleft"><a href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/12/go-saos.jpg"><img class="size-medium wp-image-220 " alt="go saos" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/12/go-saos-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">kiri: Vinsen , tengah: Bli Brahu,<br />kanan: Engel</p></div>
<p align="justify">Tidak terasa kepengurusan SaOS telah berganti. Engel selaku ketua SaOS tahun ajaran 2013/2014 memulai pelantikan dengan belajar bareng dengan tema git dan judul &#8220;Share Our Code with Git&#8221;. Pembelajaran berlangsung seperti biasa, dengan sangat antusias teman-teman SaOS mengikuti pembelajaran yang bisa dibilang workshop kilat ala Engel. Sistem Operasi yang digunakan ialah Ubuntu yang terpasang pada Virtual Machine. Alasan menggunakan Virtual Machine ialah karena peraturan yang dimiliki <span id="more-214"></span>Laboraturium Jaringan Komputer Teknik Informatika USD yang tidak memberikan password sistem ubuntu langsung kepada mahasiswa.</p>
<p align="justify">Untuk pengenalan, Engel menjelaskan definisi dari Git dan Github. Git merupakan salah satu <a title="klik untuk membuka definisi control version system" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Revision_control">control version system</a> yang sering digunakan oleh developer didunia. dan Github merupakan sebuah website penyedia hosting free bagi programmer untuk memasang project mereka atau codingan mereka. Karena bersifat free, banyak programmer atau developer yang beraliran Open Source secara bebas men-share atau membagi code-code mereka di website ini. Dia juga menjelaskan bahwa konfigurasi GIt tidak hanya melalui Command Line Interface tetapi terdapat GUI untuk konfigurasi git itu sendiri.  &#8221;Coba perhatikan teman-teman, betapa asiknya coding dengan terminal, apa yang kalian perintahkan disini,  hasil perubahannya akan tetlihat di Github atau sebaliknya&#8221;, sebuah statement yang sering dia katakan selama pembelajaran.</p>
<p align="justify">Setelah selesai pembelajaran Git, tibalah pelantikan kepengurusan baru. Vinsen Muliadi yang telah dilantik sebagai Koordinator SaOS di Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika USD T.A. 2014/2015 dilantik menjadi Ketua SaOS untuk T.A. 2014/2015 juga. Vinsen memiliki sebuah program kerja Migrasi Sekretariat Fakultas Sains dan Teknologi USD. Program ini rencananya akan dilaksanakan pada semester depan. &#8220;Hal pertama yang akan saya kerjakan adalah membentuk tim migrasi itu sendiri. Ketika kami sudah siap dengan tim kami, barulah kami berani untuk memulai program itu&#8221;, pernyataan pertama Vinsen dalam memulai jabatannya. (<a title="blog resmi raikeiji" href="http://raikeiji.blogspot.com/search/label/linux">RAIKEIJI</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saos.usd.ac.id/?feed=rss2&#038;p=214</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Partisi Baru di Flashdisk dengan Gparted</title>
		<link>http://saos.usd.ac.id/?p=195</link>
		<comments>http://saos.usd.ac.id/?p=195#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2014 08:37:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[rai keiji]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[SaOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saos.usd.ac.id/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang curhat teman saya. A: bisa ga kamu perbaikin flashdisk aku? Tapi datanya jangan sampai hilang B: emang kenapa? A: ini nih, ga bisa terbaca. Setiap kali saya masukkan, flashdiskku ga kebaca. Apa mungkin terkena virus ya? B: kalau kenak virus sih flashdisknya masih terbaca cuma datanya yang [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang curhat teman saya.</p>
<p><em>A: bisa ga kamu perbaikin flashdisk aku? Tapi datanya jangan sampai hilang</em><br />
<em>B: emang kenapa?</em><br />
<em>A: ini nih, ga bisa terbaca. Setiap kali saya masukkan, flashdiskku ga kebaca. Apa mungkin terkena virus ya?</em><br />
<em>B: kalau kenak virus sih flashdisknya masih terbaca cuma datanya yang hilang</em><br />
<em>A: waduh datanya hilang?  </em><br />
<em>B: bisa dikatakan iy, tapi mungkin ada kesalahan dengan filesystem-nya</em></p>
<p align="justify"><span id="more-195"></span>setelah saya cek, ternya memang bukan terkena virus, karena biasanya ada script virus tertentu yang berfungsi untuk meng-hidden atau menyembunyikan file atau folder. Namun pada kasus kali ini, kerusakannya terdapat pada file system, berikut screenshot dari terminal system ubuntu saya,</p>
<p><a href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/no1.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-205" alt="UbuntuCapture1" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/no1-300x188.png" width="300" height="188" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify"><em><strong>Disk /dev/sdb doesn&#8217;t contain a valid partition table</strong></em> : yang berarti device flashdisk kita yang berada pada directory /dev/sdb tidak terpartisi dengan baik yang berarti terjadi kerusakan pada filesystem flashdisk ini. Pada kasus ini juga, file manager saya (nautilus) tidak dapat menampilkan isi dari flashdisk ini alias tidak dapat dimount, tapi kita jangan langsung men-judge bahwa flashdisk ini tidak terbaca pada komputer kita. Untuk itu kita dapat memeriksanya dengan menggunakan perintah</p>
<p><em><strong>$ sudo fdisk -l</strong></em></p>
<p align="justify">Perintah ini digunakan untuk menlihat list dari device yang terpasang pada komputer. Secara teknisnya, device-device yang dikenali oleh kernel system kita. Langkah selanjutya yang bisa saya lakukan ialah memformat flashdisk ini dengan menggunakan gparted. Gparted ialah software yang biasa digunakan untuk memanage partisi device. Berikut langkahnya:</p>
<p>1) Buka parted<br />
2) Masukkan pasword system kita<br />
3) Selanjutnya, memilih partisi /dev/sdb dan berikut tampilannya</p>
<p><a href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/no2.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-204" alt="UbuntuCapture2" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/no2-300x204.png" width="300" height="204" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify">4) Pada unallocated, klik kanan kemudian pilih New. Pada kasus lain, biasanya saya menghapus partisi ini dan kemudian memformat ulang dengan filesystem FAT32.</p>
<p align="justify">5) Pada proses selanjutnya kita diharuskan untuk membuat partition table dulu. Sebenanya langkah no.4 biasa langsung dilewati karena pada device flashdisk pada kasus ini belum dialokasikan menjadi filesystem.</p>
<p><a href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/no3.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-203" alt="UbuntuCapture3" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/no3-300x135.png" width="300" height="135" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify">6) Selanjutnya kita pilih Device dan pilih Create Partition table, selanjutnya kita memilih type partition table. Pada kasus ini saya menggunakan msdos.</p>
<p>7) Selanjutnya klik tombol Apply<br />
8) Lakukan langkah no.4, kemudian kita akan dihadapkan dengan sebuah menu dialog</p>
<p><a href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/no4.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-202" alt="UbuntuCapture4" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/no4-300x157.png" width="300" height="157" /></a><br />
Hal-hal yang harus diperhatikan ialah<br />
Create as : penggolongan partisi<br />
File System : jenis file system, pada contoh ini saya menggunakan FAT32</p>
<p align="justify">9) Selanjunya klik tombol Add, lalu menekan tombol centang untuk menerapkan perubahan pada device flashdisk. Dan akhirnya flashdisk sudah bisa terbaca di komputer. sekian postingan kali ini, salam open source <img src="http://saos.usd.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" />  (<a title="raikeiji's blog" href="http://raikeiji.blogspot.com">RAIKEIJI</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saos.usd.ac.id/?feed=rss2&#038;p=195</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perintah-perintah di Terminal dan Linux File System</title>
		<link>http://saos.usd.ac.id/?p=181</link>
		<comments>http://saos.usd.ac.id/?p=181#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2014 13:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[rai keiji]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[belajarbareng]]></category>
		<category><![CDATA[SaOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saos.usd.ac.id/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Pengguna Linux seharusnya tahu menjalankan perintah di command line di Linux. Pengguna Linux tidak hanya menggunakan GUI dalam mengakses file tetapi juga Command Line Interface&#8221;, sebuah pernyataan pembuka belajar bareng sore pada hari senin tanggal 22 September 2014 itu. Vinsen yang membawakan materi perintah-perintah di command line ini menjelaskan bahwa pada dasarnya sistem operasi adalah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span style="line-height: 1.5;"><a href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/20140922_163235.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-185" alt="20140922_163235" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/20140922_163235-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a>&#8220;Pengguna Linux seharusnya tahu menjalankan perintah di command line di Linux. Pengguna Linux tidak hanya menggunakan GUI dalam mengakses file tetapi juga Command Line Interface&#8221;, sebuah pernyataan pembuka belajar bareng sore pada hari senin tanggal 22 September 2014 itu.</span></p>
<p>Vinsen yang membawakan materi perintah-perintah di command line ini menjelaskan bahwa pada dasarnya sistem operasi adalah sebuah tampilan command line, hanya saja di bundled dengan desktop environtment untuk memudahkan end user dalam menggunakannya.<span id="more-181"></span></p>
<p>Materi belajar tentang perindah di command line ini hanya membahas tentang perintah-perintah yang sering digunakan dalam mengakses file. Vinsen juga mengenalkan editor yang biasa digunakan dalam membuat dan mengedit sebuah file teks. Dalam prakteknya, teman-teman SaOS menggunakan nano , alasan menggunakannya ialah kemudahannya.</p>
<p>Sesi linux file system dibawakan oleh Engel. Pembukaan diawali dengan pengenalan Partisi kemudian masuk ke File System itu sendiri. Dia menjelaskan bahwa Linux File System memiliki sebuah struktur yang sangat berbeda dengan Windows File System. &#8220;Kalau di Windows kita lebih kenal dengan driver c, sedangkan Linux kita mengenalnya sebagai mount point&#8221;, sebuah penjelasan mendasar mengenai file system pada kedua sistem operasi tersebut. (<a title="raikeiji's blog" href="http://raikeiji.blogspot.com">RAIKEIJI</a>)</p>
<p>Materi minggu ini dapat didownload pada:<br />
1) Perintah-perintah di Terminal Linux part1 (<a title="terminal linux part1" href="http://saos.usd.ac.id/materi/09-22-2014-CLI%20-%20LINUX%20%2301.pdf">download</a>)<br />
2) Perintah-perintah di Terminal Linux part2 (<a title="terminal linux part2" href="http://saos.usd.ac.id/materi/09-22-2014-CLI%20-%20LINUX%20%2302.pdf">download</a>)<br />
3) Linux File System (<a title="linux file system" href="http://saos.usd.ac.id/materi/09-22-2014-Linux-File-System.pdf">download</a>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saos.usd.ac.id/?feed=rss2&#038;p=181</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Bareng Perdana Sanata Dharma Open Source dan Perencanaan Workshop Game Programming</title>
		<link>http://saos.usd.ac.id/?p=165</link>
		<comments>http://saos.usd.ac.id/?p=165#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2014 06:20:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[rai keiji]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[belajarbareng]]></category>
		<category><![CDATA[SaOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saos.usd.ac.id/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Sanata Dharma Open Source memulai belajar bareng perdananya pada tanggal 8 September 2014. Materi pertama SaOS dibawakan oleh Vinsen Muliadi yang merupakan pengurus komunitas ini untuk bagian Riset. Kali ini dia membawakan tentang pengenalan Linux, Ubuntu, dan Virtual Machine. Vinsen menjelaskan bahwa Linux sebenarnya bukan merupakan sebuah Sistem Operasi sesungguhnya melainkan sebuah Kernel. Pada mulanya, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/DSCN88842.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-168" alt="DSCN88842" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/DSCN88842-300x225.jpg" width="300" height="225" /></a>Sanata Dharma Open Source memulai belajar bareng perdananya pada tanggal 8 September 2014. Materi pertama SaOS dibawakan oleh Vinsen Muliadi yang merupakan pengurus komunitas ini untuk bagian Riset. Kali ini dia membawakan tentang pengenalan Linux, Ubuntu, dan Virtual Machine.</p>
<p align="justify">Vinsen menjelaskan bahwa Linux sebenarnya bukan merupakan sebuah Sistem Operasi sesungguhnya melainkan sebuah Kernel. Pada mulanya, dikenal dengan GNU/Linux (GNU = GNU&#8217;s Not Unix) yang merupakan sebuah sistem operasi hasil kolaborasi dari Richard Stallman (Father of Free Open Source Software) dan Linus Torvalds (Founder of Linux Kernel). GNU/Linux yang merupakan OS <span id="more-165"></span>ber-kernel Linux pertama ini banyak menginspirasi komunitas Open Source di seluruh dunia untuk membuat varian-varian sistem operasi yang menggunakan kernel Linux. Pada awalnya hanya ada 3 varian distribusi linux yakni Debian, Slackware, dan RedHat.</p>
<p align="justify">Karekan distribusi tersebut lahir dari komunitas-komunitas open source, sehingga banyak yang mengembangkan distribusi baru dari varian tersebut. Contohnya Ubuntu, yang merupakan sebuah distribusi kembangan dari Debian. Ubuntu yang dikembangkan oleh perusahaan Canonical ini oleh memiliki motto &#8220;humanity towards others&#8221; atau &#8220;the belief in a universal bond of sharing that connects all humanity&#8221; yang berarti kepedulian kepada sesama yang ditunjukkan dengan cara berbagi.</p>
<p align="justify">Di sesi materi berikutnya, Vinsen menjelaskan bahwa Ubuntu merupakan sebuah sistem operasi turunan Linux yang mudah untuk dipelajari bagi pemula. Varian Linux ini memiliki desktop environtment Unity dengan tampilan simple tapi elegant sehingga tidak menyulitkan pengguna awal dalam menggunakan linux. Selain itu, Ubuntu memiliki komunitas-komunitas yang sangat besar didunia sehingga pengguna dapat berkonsultasi dan bertanya melalui forum tersebut. Di Jogja juga terdapat komunitas belajar Ubuntu yang dikenal dengan nama Ubuntu Jogja.</p>
<p align="justify">Lanjut dari sesi belajar, Engel menjelaskan alasan SaOS menggunakan Virtual Machine selain  untuk bagaian dari pembelajaran, SaOS yang walaupun disupport oleh Laboraturium Jaringan Komputer TI USD untuk menggunakan komputer ber-OS Ubuntu, tidak diberikan password administrator langsung dari kepala Lab. Jaringan Komputer. Sehingga dalam pembelajarannya, teman-teman SaOS hanya diperbolehkan menginstall sistem mereka dalam Virtual Machine saja.</p>
<p align="justify">Setelah sesi belajar, Engel menjelaskan bahwa SaOS dalam bulan ini sampai kedepan akan membuat sebuah kegiatan workshop yang rencananya akan bertemakan tentang game programming. Dia juga memberitahukan bahwa kegiatan ini masih bersifat rencana, karena pihak SaOS sendiri masih belum mendapatkan kepastian dari pembicara. (<a title="raikeiji's blog" href="http://raikeiji.blogspot.com/">RAIKEIJI</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saos.usd.ac.id/?feed=rss2&#038;p=165</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertemuan Perdana Sanata Dharma Open Source Angkatan 2014</title>
		<link>http://saos.usd.ac.id/?p=149</link>
		<comments>http://saos.usd.ac.id/?p=149#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2014 12:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[rai keiji]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[SaOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saos.usd.ac.id/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[1 September 2014, Komunitas Sanata Dhama Open Source (SaOS) menyelenggarakan sebuah acara pertemuan perdana yang diperuntukkan bagi angkatan 2014 SaOS. Acara tersebut dimulai pada pukul 17.00 WIB di depan Laboratorium Jaringan Komputer. Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa baru yang kebetulan semua pesertanya dari program pendidikan Teknik Informatika. Yang realitanya, SaOS sendiri sangat terbuka untuk menerima [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-153" alt="pertemuanperdana" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/pertemuanperdana-300x225.jpg" width="300" height="225" /></p>
<p align="justify">1 September 2014, Komunitas Sanata Dhama Open Source (SaOS) menyelenggarakan sebuah acara pertemuan perdana yang diperuntukkan bagi angkatan 2014 SaOS. Acara tersebut dimulai pada pukul 17.00 WIB di depan Laboratorium Jaringan Komputer. Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa baru yang kebetulan semua pesertanya dari program pendidikan Teknik Informatika. Yang realitanya, SaOS sendiri sangat terbuka untuk menerima mahasiswa dari program pendidikan lain.</p>
<p align="justify">Agenda-agenda yang dibahas yakni jadwal belajar bareng SaOS, silabus pembelajaran SaOS, dan Planning kedepan. Engel menjelaskan bahwa di SaOS member baru tidak selalu mendapatkan materi dari pengajar tetapi sebaliknya teman-teman angkatan baru juga <span id="more-149"></span>diberikan kesempatan untuk mengajar angkatan SaOS yang lama. “Karena kita bersifat open, saya maunya temen-temen angkatan baru juga memberi feedback kepada kami, kalau ada materi yang menarik untuk diajar tidak ada salahnya untuk dibagikan ke yang lainnya”, tuturnya.</p>
<p align="justify">Pak Agung selaku kepala Laboratorium Jaringan Komputer yang juga merupakan pembimbing komunitas SaOS merekomendasikan ruangan Laboratorium Jaringan Komputer sebagai tempat belajar komunitas SaOS. Dan akhirnya keputusan final keluar, Belajar bareng perdana dilaksanakan pada tanggal 8 September 2014, jam 16.00-18.00 WIB. Sedangkan untuk silabus pembelajaran, SaOS masih menggunakan silabus lama namun akan menyesuaikan dengan materi yang diminta dari rekan-rekan member baru SaOS. Rencananya pada semester ganjil, SaOS akan mengenalkan dunia Open Source dan dasar-dasar dari sistem Linux. Sedangkan untuk semester genap, SaOS akan mulai mengenalkan penggunaan lanjut dari aplikasi pada sistem operasi Linux.</p>
<p align="justify">Selanjutnya Engel membicarakan mengenai rencana kedepan dari SaOS yakni proyek dan seminar yang rencananya dalam semester ini akan mulai dilaksanakan. Selain itu, SaOS yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Iinformasi (HMJTI USD) ini merencanakan juga ikut dalam program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan dari pihak HMJTI sendiri. “Saya inginkan, SaOS nantinya akan mampu mengabdikan diri ditengah masyarakat”, ucapnya. (<a title="raikeiji's blog" href="http://raikeiji.blogspot.com/">RAIKEIJI</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saos.usd.ac.id/?feed=rss2&#038;p=149</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi SaOS di Pinissi Prodi Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma</title>
		<link>http://saos.usd.ac.id/?p=138</link>
		<comments>http://saos.usd.ac.id/?p=138#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2014 11:59:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[rai keiji]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[event]]></category>
		<category><![CDATA[SaOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saos.usd.ac.id/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Jumat, 22 Agustus 2014 adalah hari pertama dimulainya Pekan Inisiasi Fakultasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma. Acara tersebut menyediakan sesi yang dikhususkan bagi Program Pendidikan Teknik Informatika (Pinissi Prodi). Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika (HMJTI USD) selaku organisasi resmi milik TI USD mengundang seluruh komunitas-komunitas yang berada di lingkungan TI USD. Dan salah satunya ialah [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a style="color: #ea9629; text-decoration: underline; outline: #000000; text-align: justify;" href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/pinissi3.jpg"><img class=" wp-image-144 alignleft" title="Suasana para peserta Pinissi Prodi" alt="Suasana para peserta Pinissi Prodi" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/09/pinissi3-300x200.jpg" width="234" height="156" /></a></p>
<p align="justify">Jumat, 22 Agustus 2014 adalah hari pertama dimulainya Pekan Inisiasi Fakultasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma. Acara <span style="line-height: 1.5;">tersebut menyediakan sesi yang dikhususkan bagi Program Pendidikan Teknik Informatika (Pinissi Prodi). Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika (HMJTI USD) selaku organisasi resmi milik TI USD mengundang seluruh komunitas-komunitas yang berada di lingkungan TI USD. Dan</span><span style="line-height: 1.5;"> salah satunya ialah Sanata Dharma Open Source (SaOS)</span></p>
<p align="justify">SaOS yang tampil setelah sesi pengenalan Kepengurusan Organisasi HMJTI diwakili oleh Engelbertus Vione (Koordinator Umum), Engelbert Eric (Divisi Riset), dan Vinsen Muliadi (Wakil Divisi Riset). Engel membuka presentasi dengan mengenal komunitas Sanata Dharma Open Source secara umum. Dia mengenalkan bahwa SaOS merupakan kumpulan orang yang memiliki hobi yang sama yakni sama-sama mau dan suka belajar Linux. Sebuah <span id="more-138"></span>komunitas belajar yang memiliki anggota-anggota dengan semangat berbagi (sharing). Engel juga menjelaskan tentang filosofi dari SaOS yakni Linux for Being Humanist yang berarti semangat berbagi membuat komunitas ini hidup dan mampu mengabdikan diri ditengah masyarakat khususnya bagi civitas Sanata Dharma.</p>
<p align="justify">Presentasi dilanjutkan oleh Eric yang mengenalkan SadharOS 12.05 yang merupakan sebuah sistem operasi turunan Linux Mint. SadharOS yang disingkat Sanata Dharma Operating System ini merupakan kembangan salah seorang anggota SaOS bernama kevin (TI USD angkatan 2008). SadharOS yang direlease pada tahun 2012 ini memiliki interface yang mudah untuk dipelajar bagi pengguna Linux pemula. Pada akhir presentasi Eric memperlihatkan contact number dan email yang dapat dihubungi jika terjadi masalah yang terkait dengan penggunaan SadharOS.</p>
<p align="justify">Kemudian presentasi dilanjutkan oleh Vinsen. Mahasiswa asal Sibolga, Sumatra Utara ini menjelaskan tentang silabus pembelajaran SaOS. Pada silabus sebelumnya, SaOS membagi pembelajaran dalam 2 fase yakni fase dasar dan fase penggunaan aplikasi. Di tahun ajaran 2013/2014 SaOS menerapkan fase dasar pada semester ganjil dan fase penggunakan aplikasi pada semester genap. Fase dasar meliputi pengenalan dunia Linux dan Open Source, Command pada Console, dan semua hal yang mendasar. Sedangkan pada fase penggunaan aplikasi meliputi penggunaan aplikasi yang berada pada ranah jaringan, basisdata, dan programming.</p>
<p align="justify">Diakhir presentasi, Engel memberikan statement motivasi bagi para mahasiswa baru untuk tertarik menggunakan Linux. “Kebanyakan orang beranggapan, kalau memakai Linux itu susah. Tapi semua tinggal kebiasaan. Kalau biasa, pasti lama-lama akan bisa, dan menjadi lebih jago”, tuturnya. (<a title="raikeiji's blog" href="http://raikeiji.blogspot.com/">RAIKEIJI</a>)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saos.usd.ac.id/?feed=rss2&#038;p=138</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Video dari YouTube dengan Terminal Console</title>
		<link>http://saos.usd.ac.id/?p=113</link>
		<comments>http://saos.usd.ac.id/?p=113#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2014 13:11:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Vinsen Muliadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[SaOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saos.usd.ac.id/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini, Saya akan share teknik download dengan menggunakan Terminal Console. Anda tidak menggunakan wget download manager, namun menggunakn sebuah package dengan nama youtube-dl yang dapat Anda install dengan memasukkan script sudo apt-get install youtube-dl Setelah Anda menginstall package youtube-dl, maka Anda dapat melakukan proses download dari YouTube dengan menggunakan script berikut. Namun sebelum kita [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>Kali ini, Saya akan share teknik download dengan menggunakan Terminal Console. Anda tidak menggunakan wget download manager, namun menggunakn sebuah package dengan nama youtube-dl yang dapat Anda install dengan memasukkan script</div>
<div></div>
<div>
<div><em><strong>sudo apt-get install youtube-dl</strong></em></div>
</div>
<div></div>
<div>Setelah Anda menginstall package youtube-dl, maka Anda dapat melakukan proses download dari YouTube dengan menggunakan script berikut. Namun sebelum kita ke scripting, ada baiknya kita memahami secara fundamental syntax dari youtube-dl ini</div>
<div></div>
<div>Secara mendasar, Anda dapat mendownload file video dari YouTube dengan menggunakan syntax berikut</p>
<div><em><strong>youtube-dl [kodeResolusi] [linkVideo]</strong></em></div>
<p>Anda dapat melihat daftar [kodeResolusi] dengan menambahkan opsi &#8220;-F&#8221;. Dalam syntax dasar tersebut. Saya akan menggunakan contoh link YouTube dari &#8220;Death Lab &#8211; Drum Playthrough &#8211; Stray to Escape (Video owned by Death lab)&#8221; yang bisa Anda dapatkan dari link YouTube :: <button><a title="Death Lab - Drum Playthrough - Stray to Escape" href="http://www.youtube.com/watch?v=FPGh1zG51r0">[link]</a></button></p>
</div>
<p><span id="more-113"></span></p>
<p>youtube-dl -F http://www.youtube.com/watch?v=FPGh1zG51r0</p>
<p>Jika Anda berhasil memasukkan script berikut dengan benar, maka output yang keluar akan tampak seperti dibawah ini<br />
<a style="line-height: 1.5;" href="http://3.bp.blogspot.com/-m1W3eQgPzv0/U5hxvaZ70CI/AAAAAAAABBs/lBXNlFzZn3o/s1600/Screenshot+from+2014-06-11+22:10:54.png"><img class="aligncenter" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-m1W3eQgPzv0/U5hxvaZ70CI/AAAAAAAABBs/lBXNlFzZn3o/s1600/Screenshot+from+2014-06-11+22:10:54.png" width="400" height="326" border="0" /></a></p>
<p><span style="line-height: 1.5;">Sekarang Anda telah mendapatkan [kodeResolusi] untuk mendownload file dari YouTube dengan selera yang Anda inginkan. Anda dapat mendownload file yang Anda inginkan mulai dari musik dan video dengan kualitas-kualitas yang beragam. Sekarang, mari kita mendownload file tersebut sehingga dapat disimpan dalam media storage kita. Contoh, kita akan mendownload file tersebut dengan resolusi video sebesar 1280 x 720 px [kodeResolusi = 22]</span></p>
<div><strong><em>youtube-dl -f 22 http://www.youtube.com/watch?v=FPGh1zG51r0</em></strong></div>
<p>&nbsp;</p>
<div><a href="http://3.bp.blogspot.com/-5idamxNu0dg/U5h1QuPezRI/AAAAAAAABCA/jK_WCJizlnA/s1600/Screenshot+from+2014-06-11+22:26:29.png"><img class="aligncenter" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-5idamxNu0dg/U5h1QuPezRI/AAAAAAAABCA/jK_WCJizlnA/s1600/Screenshot+from+2014-06-11+22:26:29.png" width="400" height="277" border="0" /></a></div>
<div></div>
<div>Adapted by : <a href="http://www.max-metal.us/2014/06/mendownload-video-dari-youtube-dengan.html">http://www.max-metal.us/2014/06/mendownload-video-dari-youtube-dengan.html</a> &gt;&gt;&gt; Vinsen Muliadi&#8217;s Blog &#8211; Member of SaOS USD</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saos.usd.ac.id/?feed=rss2&#038;p=113</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengenalan IP Address</title>
		<link>http://saos.usd.ac.id/?p=99</link>
		<comments>http://saos.usd.ac.id/?p=99#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2014 07:38:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sadharos]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[SaOS]]></category>
		<category><![CDATA[belajarbareng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saos.usd.ac.id/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Bareng 21 Maret 2014 Pembawa materi : Engelbertus Vione Beberapa komputer dapat saling terhubung jika terletak pada jaringan yang sama. Dan untuk saling terhubung diperlukan sebuah pengalamatan untuk mengetahui lokasi suatu komputer. Terdapat 3 jenis pengalamatan yakitu IP Address, Mac Address, dan Port Address. Masing-masing dari pengalamatan tersebut berada pada lapisan jaringan yang berbeda [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<address>Belajar Bareng 21 Maret 2014<br />
Pembawa materi : Engelbertus Vione</address>
<p style="text-align: justify;">Beberapa komputer dapat saling terhubung jika terletak pada jaringan yang sama. Dan untuk saling terhubung diperlukan sebuah pengalamatan untuk mengetahui lokasi suatu komputer. Terdapat 3 jenis pengalamatan yakitu IP Address, Mac Address, dan Port Address. Masing-masing dari pengalamatan tersebut berada pada lapisan jaringan yang berbeda (layer of networking). Port Address terletak pada layer Transport, MAC Address terletak pada layer Data Link, dan IP Address yang terletak pada layer Network. Pengalamatan ini berlaku pada konsep transfer data. Dalam implementasinya, port address dan MAC Address diberikan secara otomatis oleh sistem, sedangkan IP address dapat dikonfigurasi secara manual atau otomatis.</p>
<p style="text-align: justify;">IP Address digolongkan atas 2 versi yaitu IP Public dan IP Private. IP Public merupakan IP Address yang digunakan untuk berhubungan dengan jaringan internet. Sedangkan IP Private digunakan untuk konfigurasi jaringan intranet atau jaringan local. Dengan kata lain, ketika kita menggunakan IP Public oraganisasi lain dapat berkomunikasi dengan organisasi kita. Sedangkan, ketika menggunakan IP Private, organisasi lain tidak dapat <span id="more-99"></span>berkomunikasi dengan jaringan local kita. Dalam pembelajaran SaOS, pemateri memberikan pembahasan tentang IP Address versi 4. Hal ini dikarenakan penggunaan IP Address versi 6 masih jarang digunakan. IP Address versi 4 digolongkan dalam beberapa kelas dan panjang kelas (class range):<br />
Kelas A : 1-126<br />
Kelas B : 128-191<br />
Kelas C : 192-223<br />
Kelas D : 224-239<br />
Kelas E : 240-255<br />
Dari pengolongan diatas, IP Private ditempatkan pada posisi<br />
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255<br />
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255<br />
Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/05/saos.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-100" title="Konsep File Tranfer" alt="saos" src="http://saos.usd.ac.id/wp-content/uploads/2014/05/saos-300x110.png" width="300" height="110" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Konsep pengiriman data ditunjukkan pada gambar diatas. Pada gambar terlihat bahwa sender pengirimkan paket-paket data kepada receiver melalui medium. Dalam proses pengiriman, paket-paket data tersebut mendapatkan enkapsulasi IP Address, MAC Adddres, dan Port Address yang masing-masing dari sender dan receiver. Network Address digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan jaringan internet. Broadcast Address digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada network. Host Address merupakan alamat yang diberikan pada setiap computer dalam satu jaringan. Subnet Masking digunakan untuk memberikan kapasitas host kepada tiap-tiap host address. Semakin besar presfik subnet masking maka semakin sedikit ruang yang akan mampu diberikana kepada beberapa computer dalam jaringan. Sekian postingan kali ini,  Salam Open Source!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saos.usd.ac.id/?feed=rss2&#038;p=99</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerja Sama SaOS Dengan Komunitas IGOS</title>
		<link>http://saos.usd.ac.id/?p=53</link>
		<comments>http://saos.usd.ac.id/?p=53#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2014 05:05:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[sadharos]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[SaOS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/saos/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Sanata Dharma Open Source (SaOS –merupakan sebuah komunitas di Program Studi Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma yang berfokus pada pembelajaran Operating System) bekerja sama dengan Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) pada hari Sabtu, 1 Desember 2012 mengadakan Release Party IGN (IGOS – Nusantara) bertempat di Ruang Drost, Gedung Utama Kampus III Paingan Universitas Sanata [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong><em><a href="saos.usd.ac.id"><img class=" wp-image-38 aligncenter" alt="200403_1008754675100_3747868_n" src="http://202.94.83.40/wp-content/uploads/2014/02/200403_1008754675100_3747868_n-296x300.jpg" width="207" height="210" /></a><br />
Sanata Dharma Open Source</em></strong> (SaOS –<em>merupakan sebuah komunitas di Program Studi Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma yang berfokus pada pembelajaran Operating System)</em> bekerja sama dengan Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) pada hari Sabtu, 1 Desember 2012 mengadakan Release Party IGN (IGOS – Nusantara) bertempat di Ruang Drost, Gedung Utama Kampus III Paingan Universitas Sanata Dharma. Acara dengan tema <strong>“Distro Lokal untuk Nusantara”</strong> ini memperkenalkan sebuah sistem operasi berbasis open source karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Informatika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bernama IGN (IGOS – Nusantara) versi 8.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara ini dibawakan oleh <strong><em>Bapak Nana Suryana, S.Kom., M.T.</em></strong> sebagai perwakilan dari pengembang IGN 8 dari Pusat Penelitian Informatika LIPI dan dibantu oleh beberapa orang dari tim developer yang sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai universitas. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa baik dari dalam dan luar Universitas Sanata Dharma, Komunitas Studi Linux, dan masyarakat umum.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara terbagi menjadi beberapa sesi yang terdiri dari pengenalan IGN 8 secara keseluruhan, proses pengembangan, fitur-fitur terbaru dari IGN 8 dan sesi workshop. Selain dibawakan oleh Bapak Nana Suryana, S.Kom., M.T. acara ini juga dibawakan oleh <strong><em>Radit Putut</em></strong> selaku koordinator tim Artistik IGN yang menjelaskan mengenai artistik/tampilan dari sistem operasi IGN 8 secara lengkap dan <strong><em>Ibnu Yahya</em></strong> selaku koordinator tim developer IGN yang menjelaskan mengenai proses pengembangan IGN 8 dari tahap ke tahap.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-53"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Peserta begitu antusias dalam mengikuti Release Party IGN 8 ini. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh para peserta kepada pembicara yang membawakan materi. Para pembicara juga memberikan jawaban dan penjelasan dengan baik dan jelas agar mudah dipahami oleh peserta. Acara semakin semarak dengan adanya doorprize yang sudah disediakan oleh panitia dan penampilan musik akustik dari StoryAboutMars.</p>
<p style="text-align: justify;">IGN 8 merupakan salah satu karya anak bangsa di bidang Teknologi khususnya sistem operasi. Meskipun masih terdengar asing di telinga masyarakat, namun dengan adanya IGN 8 menambah keberagaman sistem operasi yang dapat digunakan. Apalagi IGN 8 berbasis open source yang dapat dikembangkan kembali sesuai dengan keperluan sekaligus mengurangi maraknya pembajakan terhadap karya intelektual.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan diselenggarakannya acara ini, diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan lebih mengenai perkembangan teknologi terutama sistem operasi hasil karya anak bangsa. Kita perlu bangga dengan sistem operasi karya anak bangsa apalagi bisa dijadikan sebagai salah satu sistem operasi yang banyak digunakan oleh masyrakat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Gde Brahupadhya Subiksa</em></strong> selaku ketua panitia acara Release Party IGN 8 merasa puas terhadap suksesnya acara ini. Acara seperti ini perlu digelar kembali agar semakin banyak orang tertarik pada dunia open source dan berani untuk mengembangkannya. <em>“Tingkatkanlah Kreativitas dan Semangat Pengembangan Open Source!!”</em> (@Carolus_Benny)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saos.usd.ac.id/?feed=rss2&#038;p=53</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
